Inspirasi ‘Marbot’ dari Kisah Ummu Mahjan
(Kemenag) --- Ada do’a yang terujar dari Menteri Agama Nasaruddin Umar Ketika memberikan arahan di tengah 249 pengurus atau marbot masjid se-Indonesia. “Ya Allah, jika suatu saat nanti Saya kembali Pada-Mu, panggillah Saya dalam keadaan sujud diatas sajadah. Do’akan saya, selamat dari segala fitnah”.
Begitu Menag Nasaruddin Umar dengan suara lembutnya memohonkan do’a. Seorang Menteri Agama, Imam besar Masjid Istiqlal, meminta dido’akan oleh para marbot masjid yang hadir di acara temu Nasional Marbot Masjid Indonesia, di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Menag sendiri mengaku bahwa da juga adalah marbot Masjid Istiqlal Jakarta. Di mata Menag, marbot masjid merupakan pekerjaan sangat mulia, karena menjaga sekaligus merawat rumah Nya Allah Swt. Menag Nasaruddin Umar juga bercerita, mempunyai seorang guru yang juga marbot. Sang Guru meninggal ketika menjadi imam dalam shalat.
cerita marbot mengingatkan kita pada kisah Ummu Mahjan yang hidup di masa Rasulullah Saw. Kisah ini banyak ditemukan dalam kitab-kitab hadis utama, yaitu Shahih Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah.
Kisah Ummu Mahjan ini menceritakan seorang perempuan yang rajin membersihkan Masjid Nabawi dan dihormati oleh Rasulullah SAW. Pada sejarahnya, diketahui bahwa marbot masjid pada zaman Rasulullah adalah seseorang yang tugasnya mengurus dan menjaga kebersihan masjid, dan salah satu contohnya adalah Ummu Mahjan.
Dia adalah seorang sahabat perempuan yang mulia dan sangat dihormati oleh Rasulullah SAW karena dedikasinya membersihkan Masjid Nabawi. Tugas ini dianggap penting karena masjid pada masa itu adalah pusat kehidupan umat Islam, yang tidak hanya digunakan untuk beribadah tetapi juga sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas lainnya.
Diceritakan, sosok Ummu Mahjan setiap harinya bertugas membersihkan Masjid Nabawi dan tetap istiqamah melakukannya hingga usia senja. Rasulullah Saw sangat menghormati Ummu Mahjan atas dedikasinya yang tulus mengurus masjid Nabawi. Bahkan, Rasulullah Saw pernah berpesan, agar tidak menguburkan Ummu Mahjan sebelum Rasulullah menyalatkannya.
Kisah Ummu Mahjan ini juga menunjukkan upaya Rasulullah untuk menghapus diskriminasi kasta pada Bangsa Arab. Sebab, Ummu Mahjan adalah sosok yang sering dipandang rendah, namun sangat dimuliakan oleh Rasulullah karena keimanan dan pengabdiannya memberikan manfaat besar dengan menjaga kenyamanan dan kekhusyukan beribadah bagi seluruh umat.
Setali satu tujuan, Menag Nasaruddin Umar juga berpesan, agar jangan pernah menyepelekan marbot. Sebab itu adalah tugas mulia yang tentunya membutuhkan keikhlasan. Memang pada masa Rasulullah, peran marbot sangat penting, karena masjid adalah pusat segala aktivitas umat Islam.
Kita dapat memetik Pelajaran penting dari kisah Ummu Mahjan dan pesan Menag Nasaruddin Umar bahwa menjadi seorang marbot kuncinya adalah keikhlasan. Dan tugas marbot di masa Rasulullah adalah contoh nyata dari pengabdian yang penuh keikhlasan dan manfaat bagi sesama, hanya karena ingin mengabdi kepada Allah Swt. Wallahu’alam Bisshowab
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Khutbah Idulfitri: Merenungkan Kembali Tanggung Jawab Kemanusiaan Kita Sebagai Khalifah di Muka Bumi
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الله أكبر الله أكبر الله أكبر, الله أكبر الله أكبر الله أكبر, الله أكب
Tata Cara Melaksanakan Shalat Jenazah Lengkap dengan Doanya
Ketika ajal datang kepada seorang Muslim, umat Islam yang masih hidup punya kewajiban untuk mengurus jenazahnya sesuai tuntunan syariat. Di antara rangkaian pengurusan ini adalah shal
Bolehkah Shalat Tahajud Dilaksanakan secara Berjamaah?
Shalat tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Shalat yang dilaksanakan di malam hari setelah tidur ini memiliki sejumlah keutamaan, di antara
Bolehkah Menjenguk Non-Muslim yang Sedang Sakit?
slam mengajarkan umatnya untuk memiliki kepedulian dan kepekaan sosial. Hal ini terlihat dari anjuran untuk berbuat baik kepada sesama, salah satunya dengan menjenguk ketika ada saudara
